5 Langkah Dasar Budidaya Ikan Nila, yang Mau Jadi Jutawan Wajib Tahu!

 

Bibit Ikan Murah – Coba saja lihat, baik tersebut di warung kaki lima sampai restoran sekalipun, nyaris semua meluangkan menu ikan nila.

Karena urusan inilah, prospek bisnis budidaya ikan nila paling baik ke depannya.

Nah untuk anda yang inginkan mendulang deviden dari bisnis tersebut, usahakan ketahui dulu tahapan paling dasar untuk mengawali bisnis budidaya ikan nila.

Jika anda mengikuti teknik berikut, maka bisa jadi untuk menjadi jutawan juga semakin tersingkap lebar.

Maka dari itu, simak sampai berakhir ya tulisan ini!

Cara budidaya ikan nila yang mudah dibuntuti oleh pemula

1. Pemilihan lokasi empang ikan nila

Langkah sangat kesatu yang mesti dilakukan ialah memilih lokasi empang yang sesuai untuk tumbuh kembang ikan nila.

Tahap ini menjadi etape yang esensial, sebab ikan nila tak dapat tumbuh dengan baik andai lokasi empang tidak bagus. Berikut persyaratan empang ikan nila yang usahakan anda ikuti:

– Dasar dan dinding empang terbuat dari jenis tanah liat sebab mempunyai sifat yang tahan air

– Kemiringan tanah selama 3-5%, supaya proses pengairan lebih gampang dilakukan

– Air tidak keruh dan tidak terkontaminasi bahan kimia. Lebih baik lagi andai pH air netral antara 6,5 sampai 8,6, dengan suhu 25-30 derajat

– Tingkat kecerahan empang 20-30 cm (diukur dengan secchi disc)

– Debit air empang tenang, selama 8-15 liter/detik.

 

2. Lakukan pengolahan empang untuk ternak ikan nila

Sebelum digunakan, empang harus diubah terlebih dahulu dua minggu sebelumnya.

Lakukan dengan tahapan-tahapan berikut:

– Keringkan dasar empang dengan menjemurnya selama sejumlah hari

– Bersihkan dasar empang dari saldo rerumputan, kemudian cangkul dan ratakan

– Pasang saringan pada pintu masuk dan keluarnya air

– Taburkan kapur tohor atau kapur pertanian untuk membasmi hama dan membetulkan pH tanah

– Taburkan pupuk kandang sejumlah 10 m2 dan cangkul bareng tanah dasar kolam.

– Sebarkan pun di depan pintu masuk air guna mendorong perkembangan fitoplankton yang menjadi pakan alami ikan nila.

 

3. Pengairan empang budidaya ikan nila

Aliri empang dengan air sedalam 5 – 10 cm, dan biarkan sekitar 2 sampai 3 hari.

Setelah dibiarkan, kerjakan pengairan lagi sampai mencapai 100 cm dari dasar kolam.

 

4. Pemilihan dan penebaran bibit ikan nila

Setelah empang siap guna diisi, saatnya memilih dan menebarkan bibit ikan nila.

Untuk menemukan bibit ikan nila, terdapat dua teknik yang dapat kamu tempuh.

Yang kesatu, dapatkan langsung dari indukan ikan nila.

Yang kedua, beli langsung bibit ikan nila di pasar.

Mengingat teknik yang kedua bakal lebih mudah, maka kamu dianjurkan untuk memilih teknik kedua.

Pastikan guna memilih bibit ikan nila yang berkualitas.

Sebaiknya tidak boleh keberatan andai harga bibit ikan nila yang berkeinginan dipilih lebih mahal, asal kualitasnya bagus.

Salah satu caranya ialah dengan memilih bibit yang mempunyai warna yang sama, dan masing-masing bibit mempunyai berat tidak cukup lebih 30 gram.

 

5. Pemeliharaan, pemberian pakan ikan nila, dan panen
Terakhir, saat kolam sudah dipenuhi ikan nila, anda masuk ke dalam etape pemeliharaan.

Dalam etape ini, anda harus memerhatikan pemberian pakan ikan, memonitor situasi kolam, dan mengubah air empang secara berkala.

Beri pakan ikan nila 2 sampai 3 kali sehari dengan pelet berbobot | berbobot | berkualitas tinggi. Jaga elevasi kolam pada kedalaman 75-100 cm.

Apabila air telah keruh, anda harus segera mengubah air tersebut.

Umumnya sesudah 3-6 bulan, ikan nila akan menjangkau berat idealnya, yakni sekitar 500 gram.

Jika sudah melalui waktu tersebut, dengan kata lain ikan telah siap dipanen.

Pemanenan dapat dilakukan memakai jaring.

Leave a Comment