Seminar Internasional Bidang Pendidikan di Era New Normal

Praktik new normal perlahan mulai diberlakukan guna menghidupkan pulang sektor-sektor vital di Indonesia yang sempat terhenti dampak pandemi COVID-19. Begitu pun untuk bidang pendidikan. Dibutuhkan tidak sedikit persiapan dan penyesuaian guna meyakinkan bidang edukasi siap dengan praktik new normal secara keseluruhan.

Persiapan di bidang pendidikan, terutama perkuliahan, melibatkan seluruh aspek yang terlibat, mulai dari institusi pendidikan tersebut sendiri, tenaga pengajar, sampai mahasiswa-mahasiswi yang belajar. Untuk memperluas pengetahuan kamu dapat mengikuti seminar internasional scopus yang diadakan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia dengan tema “New Normal On Education”.  Berikut sejumlah adaptasi yang dilaksanakan oleh universitas dalam menyambut new normal ini.

  1. Pentingnya Mengerjakan Shifting

Tiap institusi yang beranjak di aspek bimbingan wajib terlebih dulu menguasai dasar new normal. New normal identik dengan shifting atau perubahan. Bagi bidang pendidikan, shifting yang dimaksud ialah perubahan dalam urusan praktik belajar melatih dan operasional kampus.

Selama ini, mayoritas praktik belajar dan melatih di perguruan tinggi di Indonesia masih mewajibkan mahasiswa dan mahasiswinya guna datang ke ruang belajar saat terdapat mata kuliah. Begitu pula andai ada kuliah umum, seminar, atau mengurus kebutuhan administratif. Namun di situasi new normal laksana hari ini, kelas-kelas tatap muka telah mulai dipindahkan dengan ruang belajar online. Beberapa layanan admisnitratif pun sudah dapat dilakukan melewati sistem online. Kegiatan-kegiatan laksana inilah yang sedang jajaki diterapkan dengan perubahan tersebut tadi. BINUS Online Learning pun ketika ini sudah nyaris seluruh aktivitasnya yang tadinya dilaksanakan tatap muka menjadi dilaksanakan secara online, mulai dari orientasi online sampai ujian online.

Perubahan ini urgen untuk dilakukan supaya aktivitas perkuliahan tetap berjalan cocok jadwal. Penghentian kegiatan perkuliahan dapat memberikan tidak sedikit dampak negatif, laksana mundurnya penuntasan masa studi atau terhambatnya rencana-rencana mahasiswa-mahasiswi kedepannya setelah berlalu kuliah.

  1. Perubahan Dalam Gaya Dan Cara Belajar

Adaptasi berikutnya yang mesti dilaksanakan dalam bidang pendidikan ialah mengenai gaya dan cara belajar-mengajar. Mendikbud Nadiem Makarim dalam siaran pers 15 Juni 2020 kemudian dengan tegas mengucapkan bahwa kegiatan perkuliahan usahakan tidak dilaksanakan secara tatap muka dalam masa-masa dekat ini. Penetapan ini mesti untuk seluruh zona. Walaupun begitu, Nadiem pun menyarankan supaya insitusi edukasi tetap mengerjakan akivitas belajar-mengajarnya dengan memakai kelas-kelas online.

Agar berlangsung dengan baik, institusi edukasi harus menyiapkan sistem dan cara yang tepat serta fitur yang mendukung ruang belajar online. Jangan lupa pun untuk meyakinkan tenaga pengajar beradaptasi dengan kondisi tersebut supaya fitur-fitur teknologi yang menunjang belajar-mengajar di kelas online supaya dapat berlangsung maksimal, laksana fitur screen sharing guna berbagi pelajaran misalnya.

Masih tidak sedikit daerah yang, jangankan internet, guna mendapat listrik juga masih sulit. Ini bakal menjadi tantangan dalam bidang edukasi yang mesti segera dicarikan solusinya dalam menyambut new normal ini.

  1. Perubahan Dalam Ruang Interaksi

Di kondisi new normal, evolusi dalam ruang interaksi ini terjadi di ruang belajar online maupun ruang belajar biasa. Di ruang ruang belajar online, terdapat kendala-kendala baru yang menghambat ruang interaksi, seperti perlengkapan komunikasi yang tidak menyokong atau gangguan pada sambungan internet.

Sementara ruang internaksi di ruang belajar biasa juga bertolak belakang karena mesti merealisasikan protokol ketenteraman dan kesehatan, seperti mengharuskan pemakaian masker, membasuh tangan dengan sabun, dan himbauan membawa hand sanitizer. Tempat duduk di ruang belajar pun akan dibentuk berjarak, kuota siswa di ruang belajar tidak boleh terlampau banyak, serta program universitas yang melibatkan tidak sedikit orang dalam satu ruangan bakal ditiadakan. Sekalipun sudah diizinkan masuk kampus, interaksi yang terjadi mesti mengikuti kepandaian new normal.

  1. Perubahan Dalam Evaluasi Dan Evaluasi

Adaptasi terakhir oleh bidang edukasi dalam kondisi new normal ini ialah soal evolusi pada sistem evaluasi dan penilaian belajar mahasiswa. Pastikan masing-masing tugas dan metode evaluasi ideal untuk dilaksanakan untuk ruang belajar online maupun ruang belajar biasa.

Ketiga evolusi yang dibicarakan di atas baru menyasar pada poin-poin evolusi yang terjadi pada praktik-praktik umum di bidang pendidikan, belum menyasar pada poin-poin evolusi yang lebih jauh laksana optimalisasi teknologi digital eksklusif untuk keperluan bidang pendidikan, penambahan kompetensi tenaga pengajar yang mesti lebih kreatif menemukan teknik pencapaian materi, serta situasi mentalitas mahasiswa saat mengerjakan sendiri praktik new normal. Tentunya bakal terdapat tidak sedikit sekali evolusi lain, tetapi hal terbaik yang dapat dilakukan ketika ini ialah bagaimana new normal akan membawa gelombang inovatif pada bidang pendidikan.

Hubungi Kami:

fkipuki.org

[email protected]

+021-8092425

Leave a Comment